Browsing Manajemen's Archives »»
Sering kali kita berfikir sesuatu yang luar biasa, yang tiba-tiba saja muncul dalam benak kita sebuah solusi, konsep berfikir atau bahkan sekedar ide-ide ringan yang sebenarnya luar biasa. Tapi itu hanya sebatas dialam fikiran saja. Kita tau semua bahwa orang yang sukses itu pasti dan tak dapat di ragukan lagi mereka adalah orang yang berhasil menyelaraskan apa yang mereka fikirkan dengan apa yang mereka perbuat dan mereka ekspresikan dalam kehidupan nyata. Karena tidak semua orang yang memiliki pemikiran ceradas dan IQ yang bagus memiliki kesuksesan hidup.
Karakter inilah yang harusnya dibangun, yaitu membiasakan ekspresif! yah karakter itu harus di bangun dari kebiasaan berfikir dan bertindak secara teratur, intens dan terus menerus. Tidak ada yang instan, tapi yakinlah bahwa tidak ada yang sulit untuk mendapatkan yang kita mau dalam kehidupan ini apabila kita benar dalam bersikap serta efektif memanfaatkan waktu yang ada.
Well ini pemikiran saya, then mari kita membiasakan diri mulai dari sekarang dan dari hal yang terkecil untuk berfikir mudah dalam kesinambungan rutinitas yang berkualitas.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abdillah, dia berkata; telah bercerita kepadaku Rasulullah SAW sedangkan dia itu orang yang jujur dan diakui kejujurannya, “Sesungguhnya seseorang diantara kalian dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya; 40 hari menjadi segumpal darah, kemudian 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian diutuslah seorang malaikat untuk meniupkan ruh di dalamnya dan diperintahkan untuk menulis 4 kalimat yaitu rejekinya, ajalnya, amalannya dan celaka atau bahagianya…”
Hadist inilah penjelasan lebih lanjut dari Alloohu yab suthu rizzqo liman yasyaa’u wayaq diru… Dari alam ruh sudah ditentukan kadarnya dan takarannya. Dan di dunia ini tinggal menjalankan skenarionya Allah. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dari Jabir ibnu Abdillah, Rasulullah SAW bersabda;” Wahai manusia bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah dalam mencari rejeki, karena seseorang tidak akan mati sehingga telah sempurna rejekinya walaupun dia melambatkan darinya, maka bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah dalam mencari rejeki ambillah apa-apa yang halal dan tinggalkanlah apa-apa yang haram.”
Ada tiga hal menarik dari hadist ini:
Pertama bahwa dalam mencari rejeki pun hal yang paling mendasar yang harus dimiliki adalah ketaqwaan. Tanpa ketaqwaan ini akan menghancurkan segala usaha dan cita-cita. Kalau berhasil sombong dan kalau gagal mengeluh dan putus asa.
Kedua adalah perintah untuk usaha menemukan jalan rejeki kita sebagai bagian dari qodar dan memperbaikinya jika qodar itu ternyata jelek buat kita. Maka Rasulullah mengingatkan perbaiki sampai ajal menjemput. Usaha terus menerus untuk menggapainya. Dan dijamin pasti akan menemukan qodarnya, miskin apa kaya. Sebab batas akhir pemberian rejeki adalah sampai mati.
Ketiga adalah aturan untuk tetap mencari yang halal dan meninggalkan yang haram. Sebab semua rejeki yang diberikan Allah itu, asalnya dalam bingkai kehalalan. Kadang jalan yang ditempuh untuk mendapatkan rejeki tersebut menjadi sebab ketidakhalalan tersebut. Atau dengan kata lain, konteks memperbaiki rejeki itu ada dua hal pertama memperbaiki caranya – usahanya atau ihktiarnya dan kedua memperolehnya halal atau haram.
Nah, pertanyaan selanjutnya adalah dengan tahu dalil ini apakah kita masih ngoyo dalam mencari dunia? Saya tidak akan menjawabnya. Masing-masing kita akan punya beberapa hujjah untuk menjawab pertanyaan ini. Dan masing-masing punya kiblat sebagai acuan. Ada dalilnya. Hanya satu yang ingin saya ingatkan dalam menjawab hal ini, yaitu keadaan yang ada saat ini, sebagai introspeksi dan wasiat Nabi akan datangnya Al-wahnu yaitu penyakit hubbu ad-dunya wakaroohiyatu al-maut cinta dunia dan benci mati. Dimanakah posisi kita, saat ini ?
Semua kita dilahirkan sama, sama sama punya cita cita, sama sama punya peluang untuk pandai dan kaya. Mayoritas dari kita selalu ingin membahagiakan orant tua dengan bekerja pada sebuah perusahaan terkenal dengan gaji yang besar, betul gak sih? Adakah dari kita yang berfikir lulus sekolah langsung ber wirausaha? terjun di dunia Enterpreneur? mungkin ada tapi sedikit mungkin jumlahnya dibanding yang berfikir untuk segera melamar kerja kesana kesini. Tapi saya pribadi berfikir, “The Future, I WILL BE AN ENTERPRENEUR!”
Untuk jadi seorang yang sukses menjadi wirausahawan memang tidak gampang, yang paling mendasar yang harus di miliki oleh setiap kita yang berjiwa bisnis adalah mempersiapkan mental pada setiap ada perubahan, I think so.
Uang Adalah Sebuah IDE
Bagaimana yah kita bisa mempunyai uang untuk sesuatu yang kita inginkan? dari sini kita memulai ide kita dalam menjelajah dunia enterpreneur. Yap! Uang adalah sebuah ide! keinginan keinganan yang terus terlintas di benak kita akan memunculkan ide. Untuk menjadikan ide itu efektif, alangkah baiknya kita tulis ide tersebut, misalnya menulis sebuah daftar 10 hal yang bisa kita lakukan secara legal dan formal sehingga kita bisa membeli yang kita inginkan tanpa meminta orang tua lagi
Sulit memang memulainya, di satu sisi pandangan sebagian besar masyarakat ada yang menginginkan anaknya sekolah tinggi untuk menjadi Pegawai, Pejabat atau PNS yang pada saat pendaftaran CPNS bisa antri mulai subuh di depan gerbang pintu pendaftaran. Selain itu juga pandangan tentang “untuk apa sekolah tinggi tinggi kalau hanya mau jadi pedagang? ” hmm rata-rata lupa bahwa orang sukses pertama yaitu Nabi Muhammad, saw adalah seorang pedagang, dalam hal ini beliau adalah seorang enterpreneur dan beliau mengajarkan bahwa “pekerjaan yang baik adalah jual beli (berdagang)”.
Orang yang menciptakan pekerjaan adalah orang yang berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain, Yap! That’s the point! Mungkin sekelumit ulasan ini bisa memberikan pencerahan bagi kita yang baru saja lulus sekolah dan masih bingung belum mendapat pekerjaan, jangan khawatir, kesempatan terbuka luas bagi anda! tertarik?